Hemat Energi Listrik Menyelamatkan Bumi

Print
Category: Uncategorised
Published Date
Written by Super User Hits: 2202

Akhir-akhir ini di sekitar kita banyak ditemukan penggunaan listrik yang berlebihan. Seperti menyalakan lampu di siang hari, mengisi baterai telepon genggam maupun  penggunan laptop. Sehingga energi yang digunakan untuk mengisi baterai telepon genggam maupun laptop tersebut semakin banyak. Selain itu terkadang kita juga lupa bahkan sengaja tidak melepas kabel pengisi baterai dari stopkontak. Perlu kita ketahui bahwa energi akan terus mengalir pada kabel meskipun tidak digunakan. Hal ini tentu saja akan membuat energi listrik terbuang sia-sia.

Energi yang terbuang sia-sia akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini cuaca ekstrim, kerusakan pada alam, dan dampak yang bisdirasakan secara langsung adalah melonjaknya tagihan listrik.

Inovasi Pintu Hemat Energi    Inovasi Pintu Hemat Energi

Dalam hal ini seharusnya kita juga bisa mengantisipasi dengan menghemat penggunaan listrik  untuk menyelamatkan bumi sekaligus menyelamatkan kantong dari tagihan listrik yang tinggi. Penghematan energi memang membutuhkan kesadaran dari setiap individu. Hal sederhana bisa berdampak besar tanpa kita sadari seperti mencabut kabel yang sudah tidak di perlukan maupun mematikan lampu jika penerangan cahaya matahari cukup untuk menerangi ruangan.  Jangan hanya karena kita merasa mampu membayar tagihan listrik yang tinggi jadi kita bisa seenaknya menggunakan energi listrik. Kita juga harus sadar bahwa hal tersebut merugikan diri sendiri, orang lain dan alam sekitar. Oleh sebab itu, kita harus menghemat energi listrik. Bayangkan saja, ketika kita bisa menghemat listrik dengan cara yang ada. Kita akan menyelamatkan bumi sekaligus menghemat pengeluaran untuk menyelamatkan  kantong kita juga. Jadi penghematan energi yang dimulai dari diri sendiri akan berdampak besar baik untuk diri kita sendiri, orang lain maupun alam sekitar. Mari biasakan  hemat Energi sejak dini demi masa depan  anak cucu kita


Dewi Cahya & Nia Kurnia

XI IPA 2 SMA Negeri 21 Surabaya