Kolam Budidaya Ikan Terpadu Dengan Green House di SMAN 21

Sarana pendukung lingkungan hidup di SMA Negeri 21, diantara 20 SMA/SMK terbaik Surabaya Eco School segera bertambah. Sarana itu adalah green house (rumah tanaman) yang dipadu dengan kolam ikan. Tempatnya di samping lapangan sekolah, di atas bekas lahan wall climbing

Pengerjaan green house dan kolam ikan itu nampak saat Tunas Hijau melakukan pemantauan dan pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di sekolah yang beralamat di Jl. Argopuro Surabaya ini, Selasa (29/11). Kepada Tunas Hijau, Kepala SMA Negeri 21 Siti Laila menyampaikan bahwa green house yang akan dibangun berada tepat di atas kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan lele dan koi.

Kolam budidaya ikan akan difungsikan untuk menjernihkan air dan mengontrol oksigen terlarut pada air kolam. Kolam itu juga akan digunakan untuk mengukur keberhasilan sistem filter/penyaringan yang digunakan. “Filter kolam akan dibuat dengan 5 sab, yaitu batu siolit, karang jahe, filter mat, biobol dan pompa,” kata Siti Laila.

Sedangkan green house yang akan ditempatkan di atas kolam akan difungsikan untuk ruang opname tanaman. “Green house ini akan dipergunakan sebagai tempat perawatan tanaman yang dalam kondisi sakit untuk penyembuhan dan perawatan. Dengan ditempatkan di green house, maka sinar matahari langsung tidak akan mengenai tanaman yang ada,” ujar  Siti Laila, peraih penghargaan Eco Headmaster of the Week.

Sementara itu, tangga sekolah yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua mulai dihiasi dengan tanaman hias dalam pot. Jumlah tanaman dalam pot di sekolah ini juga mengalami peningkatan. Diantaranya di musala sekolah yang mulai penuh dihiasi tanaman dengan pot gantung. “Tanaman pot gantung di musala itu adalah bentuk kepedulian dari sie kerohanian Islam sekolah ini untuk mendukung program Surabaya Eco School di SMAN 21,” ujar Husnul Muchatarijah, guru pembina lingkungan hidup.