Kampanye Simpatik Penghematan Energi SMAN 21 Di Jalan

Sejumlah 20 siswa dan 6 guru SMA Negeri 21 Surabaya yang tergabung dalam tim Energy Challenge, menggelar aksi simpatik hemat energi di perempatan jalan Arjuno Surabaya, Jum’at (13/4). Tepat di traffic light, mereka membentang poster dan mural yang terbuat dari sampah non organik dan berisi pesan-pesan penghematan energi untuk menyelamatkan bumi. Beberapa siswa juga membagikan selebaran ajakan hemat energi disertai bunga daur ulang kepada para pengguna jalan. 

Sehari sebelum aksi simpatik hemat energi listrik dilakukan, puluhan siswa sekolah ini membuat poster dan mural dari sampah non organik. Setelah selesai membuat poster dan mural, mereka mendapatkan ijin dari kepala sekolah untuk menggelar aksi simpatik di jalan raya. “Dalam waktu sehari anak-anak bisa membuat poster dan mural yang bagus-bagus, dan saya langsung buatkan surat ke Polsek Sawahan meminta bantuan pengamanan dan pemberitahuan ke Dinas Pendidikan untuk aksi simpatik hemat energi kepada pengguna jalan,” tutur Siti Laila, kepala SMA Negeri 21.

Husnul Muctarijah, guru SMAN 21, peraih Eco Teacher Of The Year 2011 Surabaya Eco School, mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan aksi simpatik hemat energi, anggota tim Energy Challenge juga menyosialisasikan gerakan penghematan energi kepada orang tua siswa saat penerimaan raport sisipan. “Mulai jam delapan pagi, anak-anak membuat bunga hias daur ulang dan menyosialisasikan hemat energi lewat poster dan mural kepada para orang tua siswa yang datang mengambil rapor sisipan,” ujar Husnul kepada Tunas Hijau yang mendampingi pelaksanaan kampanye.

Sementara itu M. Noer Qomari, Perwira Binmas Polsek Sawahan yang bertugas mengamankan pelaksanaan aksi simpatik hemat energi di perempatan jalan Arjuno Surabaya merasa bangga dengan upaya yang dilakukan siswa sekolah ini untuk mengajak masyarakat menghemat penggunaan energi. “Masyarakat harus tahu bahwa saat ini harus bisa menghemat penggunaan energi demi menyelamatkan bumi,” ucap M. Noer Qomari di sela-sela aksi simpatik hemat energi yang berjalan tertib dan lancar.

Dengan penuh semangat Saiful Bakri, siswa kelas 10.5, mengajak para pengguna jalan untuk ikut menghemat energi demi menjaga kelestarian alam. “Bapak, ibu, bumi saat ini sudah sangat panas. Bagaimana kita menyelamatkan bumi kita? Ayo kita melakukan usaha kecil dengan menghemat energi yang ada. Insya Allah kita masih bisa menyelamatkan bumi yang hampir rusak,” teriak Saiful saat aksi hemat enegi di traffic light perempatan jalan Arjuno Surabaya.

Dyah Ayu Intan Permatasari, siswi kelas 10.2 membagikan selebaran ajakan hemat energi disertai bunga hias daur ulang kepada pengguna jalan sambil menyampaikan pesan-pesan untuk menghemat energi. “Saya senang sekali bisa berbaur dengan masyarakat sambil mengajak untuk hemat energi, meskipun ada beberapa orang yang tidak mau menerima bunga hias daur ulang dan selebaran ajakan hemat energi,” terang Intan.

Ditambahkan Ardilia Zahra Al Qarina bahwa menyosialisasikan hemat energi ke masyarakat dirasa susah. Tetapi dia beserta teman-temannya pantang menyerah mengajak masyarakat menghemat energi sambil membagikan bunga hias daur ulang dari sapu lidi dan plastik sebanyak 50 bunga. “Saya tetap semangat dan senang bisa mengajak masyarakat untuk bisa menghemat energi demi anak dan cucu mereka,” cetus Ardilia saat aksi simpatik hemat energi.

Energy Challenge adalah gerakan penghematan energi listrik di sekolah-sekolah. Energy Challenge diselenggarakan Tunas Hijau bersama pemerintah kota Surabaya dan pemerintah Amerika Serikat – Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Program ini didukung oleh PT. SIER. Program ini menyediakan grand prize berupa beberapa unit pembangkit listrik tenaga surya untuk beberapa sekolah terbaik.